About Us
Contact
Privacy & Policy
  Home > Study Guide 
> Study Guide

  Study Guide
University Profiles, Accomodation, Living Cost, Culture, Tips etc

  • Study in America
  • Study in Europe
  • Study in asia
  • Belajar Sabar dengan Memasak
    Oct 09, 2008 | www.blog.dzaia-bs.com
    Mungkin salah satu sebab mengapa Yang Maha Kuasa menakdirkan laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dalam sebuah rumah tangga adalah karena si perempuan diyakini lebih sabar dari si laki-laki. Seperti api dan air, yang satu membara, yang lainnya menyejukkan. Dan mungkin, salah satu resep mengapa si perempuan lebih sabar adalah karena mereka, pada umumnya, telah ditraining dalam suatu ruangan bernama dapur. Pengalaman saya beberapa bulan ini membuahkan pemikiran demikian. Mulai bosan dengan makanan-makanan yang ada di sekitar dorm dan rindu akan cita rasa nusantara memaksa saya untuk memasak sendiri meskipun minim jam terbang. Dengan adanya bumbu-bumbu instant, memasak memang menjadi lebih mudah. Sudah beberapa kali saya bereksperimen membuat nasi goreng, nasi kuning, kari dan gulai, semuanya berhasil dengan sukses. Sangat mudah, tinggal ikuti prosedur yang ada di kemasan tersebut dan dalam hitungan menit maka gambar pada kemasan bumbu tersebut akan terealisasi. Kira-kira seminggu yang lalu saya kedatangan paket. Isinya adalah bumbu semur dan bumbu rendang. Sepertinya teman saya ini kasihan terhadap nasib yang menimpa saya waktu kembali ke Taiwan, makanya dia kirim bumbu rendang. Sebelum membuat masakan dengan bumbu-bumbu itu, si empunya resep saya telpon dulu untuk menanyakan how to-nya. Yang saya masak pertama adalah semur, dengan bahan ayam sebagai pelengkapnya. Kecil…, tinggal ngikuti seperti apa yang diinstruksikan. Nggak perlu ngulek-ngulek, ngiris-ngiris, tinggal cemplang-cemplung, aduk-aduk, tunggu hingga matang, dan siap dinikmati. Sampai di sini tingkat kesabaran dalam memasak memang belum akan teruji, sebab perbedaan waktu yang dihabiskan untuk memasak tidak terlalu signifikan dengan waktu yang digunakan untuk menghabiskan masakan. Hingga akhirnya saya coba untuk memasak bumbu yang kedua, yaitu bumbu rendang, baru lah saya tahu kalau memasak itu butuh kesabaran yang luar biasa. Pada percobaan pertama masak rendang, hasilnya Gatotkaca makan bubur, gagal total kacau balau hancur lebur. Saya bukan orang yang terlalu suka eksperimen kalau belum pernah berhasil dalam membuat sesuatu. And saya nggak neko-neko waktu masak rendang itu pertama kali. Semua sesuai dengan petunjuk si mbak yang jagoan aikido itu. Sebagai juru masak amatir, walaupun nilai tataboga waktu SMP paling kecil 8, saya pakai cara yang sama dengan cara membuat semur. read more
     
    Buka Puasa di Masjid Agung Taipei
    Oct 09, 2008 | www.blog.dzaia-bs.com
    Suasana bulan Ramadhan di Taipei mungkin tidak seberasa seperti waktu di Indonesia, maklum saja karena masih banyak dijumpai orang2 yang makan dan minum di depan umum, atau lebih tepatnya, di depan saya. Yeah, itung2 nambah godaan dan ujian, dan semoga yang berpuasa diberikan pahala yang lebih, Amin. Syukur kehadirat-Nya karena kebetulan dorm tempat saya tinggal cukup dekat dengan Masjid, namanya Taipei Grand Mosque, atau kalau dibahasaIndonesiakan menjadi Masjid Agung Taipei. (Saya lebih suka nama yang dalam bahasa Indonesia karena tidak suka dengan penyebutan mosque untuk masjid dalam bahasa Inggris yang terkesan mirip dengan mosquito alias lalat nyamuk.) Bagi mahasiswa rantau seperti saya yang susah nyari makanan halal di negeri non-muslim, kata2 buka puasa gratis seperti menjadi oase di tengah hamparan padang pasir tandus yang hanya ditumbuhi pohon kaktus dan tidak mungkin ada soto Kudus ataupun daging kambing alias wedus, berlebihan gak sih? Di malam pertama bulan Ramadhan, di masjid itu, kebetulan saya bertemu dengan seorang mahasiswa Ph.D dari Indonesia yang sudah setahun di Taipei. Dia bilang kalo selama bulan Ramadhan masjid tersebut menyediakan buka puasa serta makan malam gratis… tis… tis… Dan tentu saja makanan yang disediakan dijamin Halal. Katanya sih, makanan itu disediakan oleh pemerintah Arab Saudi. Jadi wajar saja kalo dalam 5 hari kemarin ini saya intens pergi ke sana. Oke, mungkin udah pada penasaran mau pada lihat menu yang mereka suguhkan. Mari kita perhatikan satu persatu. Yuk yak yuuuk… read more
     
    Beda (Takbir) Sholat
    Oct 09, 2008 | www.masalimu.multiply.com
    Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi, namun belum ada tanda-tanda imam Masjid Tainan bergabung dengan para jemaah. Sudah hampir satu jam kami mengumandangkan takbir, dan rasanya suara sudah hampir habis. Jemaah pun telah memadati ruangan sholat yang berukuran hanya sekitar 20 meter persegi. Menjelang pukul setengah sebelas, barulah imam yang berasal dari Myanmar ini masuk ke ruangan tempat sholat. Setelah duduk sejenak, ia berbincang dengan teman sebelahnya, yang tampaknya keturunan Pakistan. Orang Pakistan ini kemudian berdiri, dan dengan bahasa Inggris menjelaskan kepada jemaah tata cara sholat yang akan diselenggarakan, yakni tiga takbir (tidak termasuk takbiratul ihram) sebelum Al-Fatihah di rakaat pertama, dan tiga takbir sebelum ruku di rakaat kedua. Seorang kawan berkebangsaan Yordania yang duduk di sebelahku tampak ngedumel begitu mendengar penjelasan tersebut, dan berulang-ulang menyalahkan tata cara sholat yang telah diumumkan. Namun, omelannya berhenti menyusul takbiratul ihram yang dilakukan imam, menandai diawalinya sholat idul fitri. read more
     
    Supaya Lancar Ngomong Bahasa Prancis
    Oct 09, 2008 | www.parlezfrancais.net
    Kalau kamu ingin lancar ngomong bahasa Prancis dengan pelafalan yang benar (dan 'seksi' tentunya ;) ), di sini saya berikan tips-tips praktisnya: 1. Berlatihlah mendengarkan percakapan bahasa Prancis melalui kaset/CD secara berulang-ulang, paling tidak 2 jam perhari! 2. Ucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat yang kamu dengar dari kaset/CD tersebut minimal sebanyak 5 kali setiap latihan. Pertama ucapkan dulu perlahan-lahan saja asalkan setiap kata terdengar jelas. Setelah kamu dapat melafalkannya dengan jelas, boleh kamu percepat. Ingat, yang penting JELAS! read more
     
    Bahasa 'Slang' Prancis
    Oct 09, 2008 | www.parlezfrancais.net
    Kalau selama ini kita belajar bahasa Prancis yang 'resmi'-nya, kali ini kita akan mengenal sekaligus mempelajari bahasa 'gaul' Prancis. Seperti bahasa-bahasa lainnya di dunia, bahasa Prancis juga mempunyai versi bahasa gaulnya, loh! Kalau selama ini kamu belajar bahasa Prancis di perkuliahan atau mengikuti kursus bahasa Prancis di tempat les, maka bahasa Prancis yang kamu pelajari adalah jenis bahasa Prancis baku yang kamu temui dalam surat kabar, buku cerita, acara dialog atata di televisi. Tetapi, kalau kamu pernah mendengar bahasa Prancis yang digunakan di jalanan di Prancis, oleh anak-anak muda Prancis, atau di film-film Prancis dengan setting kehidupan sehari-hari masa kini, atau yang kamu baca di komik, saya yakin kamu pasti heran atau nggak ngerti karena tidak pernah mendengar kata-kata itu di kelas! Sebut saja misalnya, ‘les beurs’ (orang-orang Prancis keturunan Arab), ‘les flics’ (polisi). Bahasa Prancis yang tidak baku seperti inilah yang disebut l’argot atau le verlan. Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah bahasa jenis ini hanya sesekali saja digunakan jadi kamu tidak perlu repot-repot mempelajarinya, atau sebaliknya, pentiiing banget? u siaran beriBon... mau tidak mau, walaupun jenis bahasa argot dan verlan ini tidak baku, tetapi layaknya bahasa-bahasa gaul lainnya di dunia seperti bahasa slang-nya Inggris Amerika atau bahasa Indonesia gaul a la anak Jakarta, bahasa argot dan verlan sudah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari masyarakat Prancis. Maka, kalau kamu ingin tinggal atau kuliah di Prancis, otomatis kamu harus bisa dan ‘mengerti’ bahasa penduduknya, apa yang mereka ucapkan di pasar, di jalanan, saat mengobrol dengan kamu di kafe, dan kegiatan-kegiatan sehari-hari lainnya. Perbedaan argot dan verlan Tapi memang apa bedanya verlan dengan argot? Keduanya sama-sama merupakan istilah untuk ‘bahasa gaul’, namun menurut kamus Larousse, argot adalah kosakata khusus yang digunakan oleh kalangan tertentu berdasarkan profesi atau kelas sosial. Argot bisa juga berarti bahasa yang digunakan oleh para pelaku tindak kriminal dan pengguna obat-obatan terlarang agar mereka bisa berkomunikasi secara bebas tanpa dipahami oleh orang-orang di luar kelompok mereka. Supaya bisa main rahasia-rahasiaan, begitulah kira-kira J. Kalau verlan adalah bahasa argot yang digunakan dengan cara membolak-balik suku katanya. Misalnya, un mec yang merupakan bahasa argot (atau bahasa gaul, bahasa tidak baku) untuk kata un ami (teman) menjadi un keum. Contoh lainnya, une bagnole (mobil) yang merupakan bahasa gaul untuk kata une voiture menjadi une gnolba. Hehe, bingung ya? read more
     
    Kuliah di Prancis: Informasi Penting dan Program Beasiswa
    Oct 09, 2008 | www.parlezfrancais.net
    Di antara teman-teman mungkin ada yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke Prancis, entah itu untuk program S1, S2, atau untuk kursus singkat di bidang bahasa, mode, atau pun untuk melakukan riset di bidang-bidang tertentu. Parlez Français! kali ini mengangkat topik tentang belajar di Prancis, khususnya untuk jenjang pendidikan tinggi. Apalagi, mulai bulan Januari ini, pemerintah Prancis telah membuka lagi program beasiswa bagi kalian yang hendak melanjutkan sekolah ke jenjang S2 dan S3! Namun alangkah baiknya kalian mengetahui terlebih dahulu tentang sistem pendidikan tinggi di Prancis, dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk kuliah di sana. Perlu Bisa Bahasa Prancis! Meskipun semakin banyak perguruan tinggi di Prancis yang menawarkan pendidikan dalam bahasa Inggris, khususnya di bidang bisnis dan manajemen internasional, bahasa Prancis tetap merupakan bahasa pengantar di banyak universitas dan sekolah tinggi. Walau bagaimana pun, karena kalian berkuliah di Prancis, otomatis kalian juga akan tinggal di sana dan hidup bersama dengan masyarakatnya yang nota-bene menggunakan bahasa Prancis dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mau tidak mau kalian harus bisa menggunakan bahasa Prancis, setidaknya untuk percakapan dalam situasi atau konteks sehari-hari. Sistem European Credit Transfer System atau ECTS Sistem pendidikan tinggi Prancis sekarang ini disebut sistem LMD—Licence, Master, Doctoral—yang telah diterapkan sejak tahun 1998. Sistem ini dibuat berdasarkan Deklarasi Sorbonne tanggal 25 Mei 1998 yang berisi tentang perubahan sistem pendidikan tinggi di empat negara pertama anggota Uni Eropa—Prancis, Jerman, Italia, Inggris—dan disusul dengan Deklarasi Bologna yang ditandatangani oleh 22 negara anggota Uni Eropa lainnya. Hal ini berarti, sistem pendidikan tinggi di semua negara anggota Uni Eropa akan menggunakan Sistem Kredit Eropa, atau dikenal dengan sebutan ECTS (European Credit Transfer System). Maksudnya, kalau dulu sistem pendidikan tinggi Prancis terbagi ke dalam siklus (DEUG, Licence, Maîtrise, DEA atau DESS, dan Doktoral), sejak adanya ECTS tersebut kini menggunakan sistem Licence, Master, dan Doctoral saja. Sistem kredit Eropa ini akan memudahkan para mahasiswa yang belajar di salah satu negara anggota Uni Eropa, termasuk Prancis, untuk mendapatkan pekerjaan di negara-negara anggota Uni Eropa lainnya setelah lulus. Sistem ini juga memudahkan para mahasiswa untuk mengganti jurusan kuliah atau pindah ke universitas lain tanpa kehilangan kredit yang telah diambil di universitas atau jurusan sebelumnya. read more
     
    Multikulturalisme a la Prancis: Menghormati Perbedaan Kultur Sesuai Konsep Republiken
    Oct 09, 2008 | www.parlezfrancais.net
    Fenomena multikulturalisme tidak hanya beken di Indonesia, tetapi juga di Prancis. Semenjak kedatangan para imigran Arab ke negerinya Napoléon Bonaparte pada akhir abad ke-19, Prancis tidak lagi dihuni oleh bangsa kulit putih saja. Kalangan imigran yang sebagian besar berasal dari Aljazair dan Maroko mendiami negeri itu untuk bekerja, dan akhirnya memiliki keturunan di sana, sehingga turut memperkaya keberagaman etnis penduduknya selain etnis lokal seperti Korsika, Normandia, dan Bretonne. Namun, sebagaimana halnya dengan etnis Tionghoa yang pernah mengalami konflik dengan pribumi di Indonesia, kehadiran para imigran asing ini menimublkan masalah: diskriminasi sosial dan politik. Sejarah Multikulturalisme di Prancis Apa sebenarnya multikulturalisme yang dimaksud dalam pandangan Prancis? Menurut definisi yang diberikan oleh situs pemerintah Prancis, multikulturalisme adalah salah satu cara yang mungkin untuk menyatukan penduduk imigran ke dalam masyrakat dalam kehidupan politik maupun hidup berkebangsaan. Magali Morel, peneliti di bidang sejarah Prancis dan etnologi yang dulu pernah menjadi pengajar di UI, mengatakan bahwa jika kita runut dari sejarahnya hingga awal abad ke-20, status negara-negara di sbagian besar wilayah Afrika Barat dan Utara, termasuk Aljazair dan Maroko, masih dalam kekuasaan atau koloni Prancis. Seiring terjadinya Perang Dunia I dan II, banyak tentara dibutuhkan untuk membantu Prancis melawan kependudukan Jerman, termasuk para tentara dari negara-negara koloninya tersebut. Pasca perang, Prancis banyak membutuhkan tenaga kerja kasar untuk membangun kembali negerinya yang porak poranda, sehingga semakin banyak imigran yang datang ke negeri itu untuk bekerja, kemudian menetap di sana. Kakek moyangnya Magali juga termasuk salah seorang imigran yang dimaksud. Kemudian, sejak dikeluarkannya UU tentang penggabungan keluarga (Regroupement Familial), para imigran ini memboyong istri mereka dan sekaligus melahirkan anak di sana, sehingga komposisi penduduk Prancis tidak hanya warga Prancis asli maupun para imigran, melainkan juga warga Prancis keturunan yang dijuluki oleh orang Prancis sebagai ‘les beurs’. Di samping itu, ada pula para imigran yang masuk ke Prancis melalui jalur ilegal dan tidak memiliki kewarganegaraan yang sah. read more
     
    Pengalaman Kuliah di Prancis: Dipanggil Mr.X
    Oct 09, 2008 | www.parlezfrancais.net
    Saya ingin berbagi pengalaman waktu sekolah di Clermont Ferrand tahun 2003-2004 yang lalu. Saya dapat beasiswa untuk S2 dari JJWB Tahun 2003 untuk bidang Gestion de la Politique Economique (GPE) di Centre d’Etudes et de Recherches sur le Développement International (CERDI - CNRS), Université D’Auvergne. Semula saya ingin menolak tawaran ini dengan alasan saya sudah S2 dan bahasanya yang sangat susah (kuliah dalam bahasa Prancis). Namun beberapa teman bahkan univeristas penyelenggara meyakinkan saya bahwa saya pasti bisa. Saya juga berkonsultasi sama beberapa dosen dari UGM dan mereka menyarankan saya untuk membawa buku-buku ekonomi politik dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Sebelum berangkat saya ikut kursus intensif di CCF Salemba kurang lebih satu bulan. Akhirnya dengan bismillah, saya berangkat dengan perasaan yang tak pasti. Pertengahan September 2003 Saya mampir ke kota Vichy dulu untuk belajar bahasa. Sampai di bandara Charles de Gaulle, masih Subuh, mana dingin lagi, perasaan semakin resah setelah semua penunjuk arah dalam bahasa Prancis. Begitu juga ketika bertanya (coba praktek bahasa Prancis campur Inggris) petugasnya agak-gimana gitu, mungkin karena mendengar bahasa Prancis saya yang kacau. Akhirnya saya sampai juga di stasiun Gare du Nord. Dapat kenalan beberapa siswa dari Jepang untuk kekota sama yg ternyata senasib sama saya (bahasa Prancisnya engak ‘gablek’, begitu juga bahasa Inggris mereka). Barulah saya merasa bahwa ternyata saya tidak sendiri, rasa PD mulai pun timbul,hehe. read more
     
    Ramadhan di Aachen
    Oct 09, 2008 | www.forkom-jerman.org
    Ramadhan di Aachen sebenernya ga jauh berbeda dengan Ramadhan di kota-kota lain di Jerman ini. Suasana Ramadhan-nya tentu ga akan semeriah di tanah air, atau di negara2 yang berpenduduk mayoritas Muslim, ditambah lagi tahun ini puasanya lebih panjang dibanding tahun2 yg lalu. Mesjid Bilal yang terdapat di Aachen termasuk salah satu Mesjid tertua di Jerman ini. Hal ini membuat Ramadhan di Aachen tampak semakin bergairah. Walaupun tidak bisa menyamai kemeriahan Ramadhan di kampung halaman, tetapi Mesjid yang selesai dibangun tahun 1972 ini memberi warna berbeda pada setiap Ramadhan. Mengherankan sepertinya, bagaimana Mesjid Bilal ini bisa selalu penuh ditengah kesibukan seharian orang2. Sepertinya Azan Isya yang baru dikumandangkan sekitar jam sepuluh malam tidak membuat semangat warga Muslim Aachen dropped utk datang ke Mesjid yang berkapasitas maximal 600 orang ini. Mungkin merdunya suara Imam dan bacaannya yang bagus adalah salah satu alasannya. Pas lagi Khusyu, satu Juz Al-Quran yang dibaca Imam dalam setiap solat Tarawih serasa lagi dipesawat terbang -wie im Flug-. Alhasil 8 Rakaat Tarawih, yang di-break sebentar setelah 4 rakaat pertama untuk ceramah singkat ini baru selesai sekitar jam setengah duabelas malam, setelah di tutup dengan 3 rakaat Witir. Sangat disukuri oleh para Student, bahwa kedatangan Ramadhan tahun ini tepat di masa Vorlesungsfreiezeit. Dengan itu, Mesjid Bilal bukan hanya rame di waktu Solat Isya dan Solat Tarawih saja, tapi juga di Solat2 wajib yang lain kelihatan wajah2 Student tengah memanjatkan doa kepada sang Ilahi. Ceramah2 singkat dalam bahasa Arab selepas Zuhur dan Ashar selalu didengar penuh khusyu oleh para Jamaah. Bagi para non-Arab speaker, waktu ini dipakai untuk berzikir atau membaca beberapa ayat Al-Quran. Alhamdulillah seperti tahun-tahun sebelumnya, Mesjid Bilal juga mengundang para Jamaah untuk setiap hari Jumat berbuka puasa bersama. Sebelum Maghrib, Mesjid yang mempunyai 3 lantai ini (Lantai 3 khusus untuk para Akhwat), dipenuhi dengan meja dan kursi kosong. 5-6 Orang di setiap Meja mulai terlihat ketika solat Maghrib pun selesai. Sebagai pembuka Sup Maroko dihidangkan, dan Nasi Kuning ditambah Ayam goreng ala Mesjid Bilal adalah menu utama di Iftar kemarin. Alhamdulillah. read more
     
    Info Bagi Calon Mahasiswa di Jerman
    Oct 09, 2008 | www.forkom-jerman.org
    Secara umum semua calon mahasiswa asing yang akan melanjutkan studi di Jerman diharuskan menyiapkan hal-hal penting sebagai berikut: 1) Persiapan Bahasa Jerman. Bahasa Jerman mutlak diperlukan karena komunikasi sehari-hari bisa dikatakan 100% menggunakan Bahasa Jerman. Bahasa Inggris memang bisa digunakan, tetapi bagaimanapun Bahasa Jerman tidak bisa ditinggalkan. Kalaupun seseorang akan mengambil program berbahasa Inggris, tetap saja kepadanya sangat dianjurkan untuk menguasai Bahasa Jerman, paling tidak untuk komunikasi sehari-hari. Tanpa penguasaan Bahasa Jerman yang memadai, kehidupan sehari-hari akan terasa sulit dan dikhawatirkan bisa mempengaruhi prestasi belajar nantinya. 2) Dokumen-dokumen Penting. Beberapa dokumen penting yang harus dipersiapkan diantaranya adalah Akte Kelahiran, Ijazah dari SD-SMP-SMA dan juga Ijazah Sarjana beserta fotocopy yang telah dilegalisir. Dokumen ini mohon disiapkan dalam jumlah yang cukup banyak, karena semua UNI dan FH mensyaratkan dokumen asli atau fotocopy yang telah dilegalisir. 3) Terjemahan Dokumen ke dalam Bahasa Jerman. Semua dokumen-dokumen sebagaimana dijelaskan dalam poin 2) harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Jerman oleh penerjeman yang diakui oleh Kedutaan Jerman di Jakarta (Cari Daftar Penerjemah). 4) Paspor+Visa. Untuk bisa menempuh pendidikan di Jerman, seorang calon diwajibkan memiliki Student Visa yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Jangan sekali-kali datang dengan menggunakan Tourist Visa, karena dengan visa ini tidak akan bisa dikonversi menjadi visa ijin tinggal. read more
     
    Pages prev [1][2][3][4][5][6][7][8] next
     
      Let's Learn English
     Course Online, Learning Material, Articles
      Lets Learn Japanese
     Course Online, Learning Material, Articles
      Let's Learn German
     Course Online, Learning Material, Articles
     
    !***!