About Us
Contact
Privacy & Policy
  Home > Success Story
> Success story 
  See also 
Tips Memperoleh Beasiswa Studi Luar Negeri Ala Chusnul Mar'iyah PhD
Strategi Mencari Beasiswa di Jepang
Pengalaman kuliah di Jepang
Catatan Singkat mencari beasiswa
Study di Jerman, siapa takut ...?!!!
Pengalaman Studi & Beasiswa di Korea Selatan
Pengalaman Penerima Beasiswa di University of Oslo, Norwegia
Agus Sari, Beasiswa Fulbright, UC Berkeley
Denni Purbasari, Beasiswa Fulbright, University of Illinois, Urbana-Champaign
Henny Herwina, Koordinator Program S1 Non Reguler Jurusan Biologi FMIPA Unand
 
 
 
 
 






  Kalender Beasiswa 


More than 1 scholarships available in 2008/2009 
 
 
Sharing Informasi dan Pengalaman Kuliah sambil Bekerja di Jerman
www.mitrafm.com

Disampaikan oleh: Ricki Usman, mahasiswa teknik elektro FH Hannover, dengan sumber dari www.forkom-jerman.org dan www.bidikbud.de

Dapat belajar dan kuliah di luar negeri tentunya merupakan dambaan setiap orang. Termasuk diri saya pribadi, yang bahkan tidak pernah terbesit sedikitpun sebelumnya dapat menuntut ilmu di negara Jerman ini, yang begitu terkenal dengan kemajuan ilmu dan teknologinya, negara dimana mantan Presiden RI ketiga, B.J. Habibie menuntut ilmu.

Tetapi tahukah anda bagaimana awal dari semua ini?

Semuanya berawal dari kegagalan. Iya benar, semuanya berawal dari kegagalan saya lolos ujian masuk perguruan tinggi negeri (UMPTN) di Indonesia. Ketika melihat pengumuman hasil UMPTN dan tidak menemukan nama saya diantara beribu mahasiswa yang diterima, dunia terasa gelap, masa depan seakan kabur. Tapi Allah ternyata mempunyai rencana lain dengan memberikan kegagalan itu. Jalan keluar untuk kuliah di Jerman menjadi ganti dari kekecewaan gagalnya saya di UMPTN, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya mimpikan.

Disini saya akan mencoba berbagi sedikit informasi dan pengalaman yang saya dapatkan selama 6 tahun berada di Jerman, baik mengenai kuliah sambil kerja disaat liburan dan juga fenomena2 kehidupan mahasiswa Indonesia di Jerman. Mulai dari bagaimana memulai untuk bias kuliah di Jerman, apa-apa saja yang harus dipersiapkan, bagaimana tentang sistem pendidikan di Jerman dan informasi-informasi lain yang mungkin dapat berguna.
Secara umum semua calon mahasiswa asing yang akan melanjutkan studi di Jerman diharuskan menyiapkan hal-hal penting sebagai berikut:

  • Mengumpulkan informasi sebanyak2nya mengenai Jerman. Semua informasi tersedia dan dapat dengan mudah didapatkan di internet. Situs2 yang mungkin dapat membantu untuk mencari informasi ataupun bertanya mengenai pendidikan di Jerman: www.forkom-jerman.org, www.bidikbud.de. Di dua situs ini sudah terdapat informasi lengkap mengenai bagaimana kuliah di Jerman, sehingga saya tidak perlu menguraikan secara panjang lebar lagi.
  • Persiapan Bahasa Jerman. Bahasa Jerman mutlak diperlukan karena komunikasi sehari-hari bisa dikatakan 100% menggunakan Bahasa Jerman. Bahasa Inggris memang bisa digunakan, tetapi bagaimanapun Bahasa Jerman tidak bisa ditinggalkan. Kalaupun seseorang akan mengambil program berbahasa Inggris, tetap saja kepadanya sangat dianjurkan untuk menguasai Bahasa Jerman, paling tidak untuk komunikasi sehari-hari. Tanpa penguasaan Bahasa Jerman yang memadai, kehidupan sehari-hari akan terasa sulit dan dikhawatirkan bisa mempengaruhi prestasi belajar nantinya. Untuk persiapan bahasa Jerman ini bisa dilakukan dengan mengikuti kursus2 di lembaga2 bahasa yang menawarkan les bahasa Jerman. Cuma saya menyarankan untuk yang benar2 serius akan melanjutkan kuliah di Jerman, untuk mengambil kursus bahasa di Goethe Institut. Hal ini dikarenakan, Goethe Institut ini mengeluarkan sertifikat yang nantinya diperlukan sebagai syarat untuk mendaftar kuliah. Selain itu waktu saya berada di Indonesia, Goethe juga menyelenggarakan ujian masuk Studienkolleg (Pra Universitas) bagi calon mahasiswa yang baru lulus SMA. Perlu dikonfirmasi apakah sekarang juga masih diadakan ujian masuk Studienkolleg di Goethe.
  • Dokumen-dokumen Penting. Beberapa dokumen penting yang harus dipersiapkan diantaranya adalah Akte Kelahiran, Ijazah dari SD-SMP-SMA dan juga Ijazah Sarjana beserta fotocopy yang telah dilegalisir. Dokumen ini mohon disiapkan dalam jumlah yang cukup banyak, karena semua UNI dan FH mensyaratkan dokumen asli atau fotocopy yang telah dilegalisir.
  • Terjemahan Dokumen ke dalam Bahasa Jerman. Semua dokumen-dokumen sebagaimana dijelaskan dalam poin 2) harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Jerman oleh penerjeman yang diakui oleh Kedutaan Jerman di Jakarta (Cari Daftar Penerjemah).
  • Paspor+Visa. Untuk bisa menempuh pendidikan di Jerman, seorang calon diwajibkan memiliki Student Visa yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Jangan sekali-kali datang dengan menggunakan Tourist Visa, karena dengan visa ini tidak akan bisa dikonversi menjadi visa ijin tinggal.
  • Uang Jaminan. Untuk bisa mendapatkan Visa di Keditaan Jerman di Jakarta, seorang calon mahasiswa diminta menyiapkan Uang Jaminan di Bank (di Indonesia) yang akan ditransfer setiap bulan ke Jerman untuk biaya hidup. Jumlah uang jaminan berbeda-beda tegantung tujuan studi masing-masing calon, tetapi jumlah minimal untuk hidup satu tahun sekitar 6000 Euro. (Confirm ke kedutaan Jerman di Jakarta!)
  • Biaya Lainnya. Selain Uang Jaminan, calon mahasiswa juga harus menyiapkan keperluan lainnya seperti biaya pembuatan visa, biaya ticket dll.

Selain poin 1) – 7) sebagaimana telah disebutkan diatas, setiap calon mahasiswa harus sadar betul bahwa sistem pendidikan dan kehidupan di Jerman sangat jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Untuk itu, setiap calon harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi culture shock khususnya pada tahun-tahun pertama di Jerman. Tidak jarang dijumpai adanya calon mahasiswa yang hanya bertahan 2 – 3 bulan karena tidak sanggup menghadapi hal ini.

Beberapa gambaran kecil bias digambarkan disini, diantaranya:

  1. Pendidikan di Jerman dicirikan dengan kemandiriannya yang luar biasa. Guru dan dosen tidak akan memaksa siswa untuk melakukan ini-itu, tetapi siswa sendiri lah yang harus aktif memutuskan sendiri apa yang akan dilakukan.
  2. Di Jerman setiap orang harus melakukan segala sesuatunya sendiri, dan tidak bisa menggantungkan ke orang lain. Mulai dari masak, cuci piring dan baju dll semua harus dilakukan sendiri.
  3. Selama sekolah di Jerman, kita akan dipaksa banyak jalan kaki. Perjalanan dari rumah ke stasiun kereta atau bus, juga dari satu gedung ke gedung kampus lainnya. Bagi yang terbiasa naik mobil-motor atau yang terbiasa kemana-mana diantar sopir, kondisi ini bisa terasa cukup berat.

Silahkan baca lebih lengkapnya di:

http://mitrafm.com/

 
 
!***!