About Us
Contact
Privacy & Policy
  Home > Success story
> Success story  
  Let's Learn Japanese
 Course Online, Learning Material, Articles
  Let's Learn German
 Course Online, Learning Material, Articles
 
 
 


  
 
 
Study di Jerman, siapa takut ...?!!!
Ferizal Ramli. Alumni Fakultas Ekonomi UPNVY
Hingga saat ini hampir seluruh perguruan tinggi di Jerman tidak menarik biaya studi dari mahasiswanya. Bagi mahasiswa di Indonesia sebenarnya ini merupakan peluang menarik untuk menimba ilmu dan mengembangkan karir. Tantangan kapitalis global di depan mata. Suka-tidak suka, mau-tidak mau 'cengkraman kapitalis global' akan menggilas siapapun yang tidak memiliki standar kompetensi internasional. Lantas mengapa tidak dari sekarang untuk mempersiapkan diri agar bisa studi di luar negeri dan 'go international' ? .......................... 
 
 
 
Catatan Singkat mencari beasiswa
www.geocities.com/asadayana/testimoni.html
Motivasi yang kuat. Mungkin itu hal pertama yang perlu ditanamkan kalau ingin mendapat peluang beasiswa ke luar negeri. Berkali-kali saya gagal melamar beasiswa dan bahkan sampai hampir patah semangat. Saya tidak ingat sudah berapa kali mendapatkan 'surat cinta' penolakan beasiswa yang saya lamar. Tapi pada akhirnya saya bulatkan tekad saya dan saya teguhkan hati untuk terus mencoba. Mulai dari beasiswa-beasiswa dalam negeri dan juga luar negeri saya coba. 
 
 
 
Pengalaman kuliah di Jepang
www.strawberryandthestarrynite.blogspot.com
Dapat cerita tentang pengalaman kuliah di Jepang dari salah satu pegawai di neraca produksi. Maksudnya sih buat memotivasi qta2 yg masih junior (fresh graduate) buat nerusin study! Jangan kebetahan kerja trus lupa study... apalagi kalo dah berumah tangga tuh wah... bakal ribet! Tapi, beliau kuliah di Jepang udah punya anak n suami ko. Cuman, sang suami sangat mendukung kemajuan istri... So, beliau berpesan agar cewe2 nyari suami yg ngedukung istri! Ok, gw lanjutin ceritanya ke negeri sakura yah... check it out... 
 
 
 
Strategi Mencari Beasiswa di Jepang
www.blogs.mit.edu
Oleh: Danardono Dwi Antono, Mahasiswa Program Doktor di Tokyo University. Lulus SMA, mendapat kesempatan studi ke luar negeri dengan beasiswa yang cukup merupakan impian sejak kecil. Apalagi dengan beasiswa itu kami tidak hanya dapat hidup layak dan mandiri di luar negeri, tapi juga bisa mempunyai kesempatan untuk jalan-jalan, mencicipi teknologi baru dan menambah wawasan lain. Selain juga karena bisa segera hidup mandiri di luar negeri tanpa bergantung pada bantuan keuangan dari orang tua menumbuhkan suatu kebanggaan di hati. 
 
 
 
Sharing Informasi dan Pengalaman Kuliah sambil Bekerja di Jerman
www.mitrafm.com
Disampaikan oleh: Ricki Usman, mahasiswa teknik elektro FH Hannover, dengan sumber dari www.forkom-jerman.org dan www.bidikbud.de. Dapat belajar dan kuliah di luar negeri tentunya merupakan dambaan setiap orang. Termasuk diri saya pribadi, yang bahkan tidak pernah terbesit sedikitpun sebelumnya dapat menuntut ilmu di negara Jerman ini, yang begitu terkenal dengan kemajuan ilmu dan teknologinya, negara dimana mantan Presiden RI ketiga, B.J. Habibie menuntut ilmu. Tetapi tahukah anda bagaimana awal dari semua ini? 
 
 
 
Tips Memperoleh Beasiswa Studi Luar Negeri Ala Chusnul Mar'iyah PhD
www.chusnulmariyah. or.id - by Chusnul Mar'iyah
Dari beberapa diskusi ada beberapa pertanyaan tentang beasiswa. Saya ingin membagi pengalaman menjemput beasiswa. Paling tidak sejak SPG (Sekolah Pendidikan Guru) sampai mengambil pendidikan Ph.D saya selalu mendapatkan beasiswa.
Pada saat SPG (setingkat SMA) saya menerima beasiswa selama 2 tahun terakhir. Kualifikasi mudah sekali selama kita bisa menunjukkan ranking 1 sampai 3, kita mendapatkan beasiswa. Ada juga scheme beasiswa untuk orang miskin. 
 
 
 
Pengalaman Studi & Beasiswa di Korea Selatan
Berhubung sempat ada “uneg2″ dari moderator soal minimnya bahasan tentang beasiswa di Korea Selatan, saya mau berbagi pengalaman saya sekolah dan bekerja di sana. Selama 2 tahun kuliah master of science, dan 2 tahun bekerja sebagai visiting researcher. Bisa disimpulkan, bahwa selama 4 tahun saya tinggal di Korsel, walaupun banyak duka tetapi sukanya lebih banyak lagi. Saya puas selama menimba pengalaman di Korsel........................... 
 
 
 
Pengalaman Penerima Beasiswa di University of Oslo, Norwegia
www.klem-ami.blogs.friendster.com
Belakangan banyak banget yang nanya ke saya gimana si cara dapat beasiswa, apa tips-tipsnya, nyari info dimana, dst dst.. mulai dari nanya baik-baik sampe nanya jahat-jahat, yaaah gimana nggak jahat.. secara belum kenal SKSD, ngajak chat... kadang nggak mikir kalo ada beda waktu 5-6 jam antara Oslo dan Indo... dan kalo diladeninnya lambat malah nge buzz buzz.. bikin gw parno aja nyalain YM gw yang selama ini emang hampir selalu "onlen".... besides pertanyaan2nya itu lho kadang bikin gw pengen ngecekek orang2 tertentu... enak nggak sekolah di luar, uangnya cukup nggak, bisa nyimpan uang nggak (hehehehe ini nyari beasiswa apa nyari kerjaan sih:-D), gimana suka dukanya... pliz deh kalo baru pertama kali kenalan.. nanya suka duka... hehehehe.... nulisnya juga males.. kan panjang :-).......................... 
 
 
 
Agus Sari, Beasiswa Fulbright, UC Berkeley
www.geocities.com/togap_siagian/agussari.htm
Kalau dana beasiswa yang diterima kurang, apa lebih baik beasiswanya tidak diambil? Atau adakah cara lain untuk menutupi dana yang kurang tersebut? Berikut adalah pengalaman Agus Sari, penerima beasiswa Fulbright, UC Berkeley. Nih, pengalaman saya waktu dapat Fulbright dan dananya kurang. Waktu itu, saya keterima di University of California, Berkeley, dan bayarannya kurang $7,000-an per tahun dari apa yang bisa disediakan oleh Fulbright. Walaupun saya juga diterima di beberapa universitas bermerek (so to speak) lainnya, termasuk Cornell (yang waktu itu sebetulnya masih lebih murah dari Berkeley), dan beberapa di antaranya bisa dipenuhi oleh Fulbright, saya tetap ngotot mau masuk ke Program Energy dan Resources di Berkeley (karena memang minat saya ke situ -- bukan karena "Berkeley Mafia, sungguh ...).......................... 
 
 
 
Henny Herwina, Koordinator Program S1 Non Reguler Jurusan Biologi FMIPA Unand
www.padangekspres.co.id
Tidak ada pengalaman istimewa yang hendak diceritakan dalam pengalaman beasiswa saya. Semua berjalan sangat mudah. Saya kuliah di Unand, lulus dengan IP 3,51 lalu ikut tes TPA (Tes Potensi Akademik) masuk S2 ITB dan lulus. Lulus cumlaude dari ITB dengan IP 3,83 lantas direkomendasikan kuliah S3 di Universitas Kanazawa Jepang karena ada kerjasama dua universitas. Apanya yang menarik dan apa yang hendak anda tulis?” Begitu pembuka kata dari Henny Herwina, Ph D saat berbincang dengan Padang Ekspres di ruang kerjanya. Sepintas memang biasa-biasa saja. Tapi begitu diselami, muncul pertanyaan besar. Kenapa wanita ini bisa memperolehnya dengan mudah? Di sinilah menariknya, karena jelas ada perjuangan dan prinsip hidup pundamental yang perlu di digali untuk kemudian diteladani. ..................... 
 
 
 
Pages [1][2] next
 
***